Dataran Tinggi Dieng, yang sering dijuluki sebagai "Negeri di Atas Awan," adalah salah satu destinasi wisata paling magis di Jawa Tengah. Terletak di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, kawasan ini menawarkan kombinasi unik antara sejarah kuno, fenomena alam vulkanik, dan budaya yang masih kental.
Nama "Dieng" berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu "Di" yang berarti tempat atau gunung, dan "Hyang" yang berarti Dewa. Jadi, Dieng secara harfiah berarti Tempat Persemayaman Para Dewa.
- Pusat Peradaban Hindu: Dieng merupakan pusat keagamaan Hindu tertua di Jawa. Candi-candi di sini dibangun pada masa Kerajaan Kalingga (sekitar abad ke-7 hingga ke-9 Masehi).
- Keajaiban Arsitektur: Meskipun dulu diperkirakan ada ratusan candi, saat ini hanya tersisa beberapa kelompok candi yang masih berdiri kokoh. Candi-candi ini dinamai berdasarkan tokoh-tokoh pewayangan Mahabarata.
- Geologi: Secara geologis, Dieng adalah kaldera gunung berapi raksasa yang masih aktif hingga sekarang, yang menjelaskan banyaknya kawah dan sumber air panas di wilayah tersebut.
Dieng memiliki kekayaan objek wisata yang sangat variatif, mulai dari peninggalan purbakala hingga keajaiban alam.
| Kategori | Destinasi Populer | Daya Tarik Utama |
| Sejarah | Kompleks Candi Arjuna | Kumpulan candi Hindu tertua dengan latar belakang pegunungan dan kabut. |
| Alam | Telaga Warna | Danau yang airnya bisa berubah warna (hijau, biru, kuning) karena kandungan belerang yang tinggi. |
| Vulkanik | Kawah Sikidang | Kawah aktif yang unik karena kolam lumpur panasnya sering berpindah-pindah. |
| Panorama | Bukit Sikunir | Titik pandang terbaik untuk melihat Golden Sunrise yang legendaris. |
| Gunung | Gunung Prau | Puncak dengan pemandangan "bukit teletubbies" dan deretan gunung-gunung besar di Jawa Tengah. |
- Berburu Golden Sunrise: Mendaki santai di Bukit Sikunir pada dini hari (sekitar pukul 04.00) untuk melihat matahari terbit yang menembus hamparan awan.
- Eksplorasi Budaya & Ritual: Jika datang di waktu yang tepat, Anda bisa menyaksikan Dieng Culture Festival, di mana terdapat ritual pemotongan rambut gimbal anak-anak asli Dieng yang dianggap sakral.
- Trekking Ringan: Menjelajahi jalur pendakian Gunung Prau atau sekadar berjalan kaki di sekitar tepian Telaga Pengilon yang tenang.
- Wisata Kuliner Khas: * Mencicipi Mie Ongklok yang hangat.
- Mencoba buah Carica (pepaya gunung) yang hanya tumbuh di Dieng.
- Meminum kopi atau teh Purwaceng untuk menghangatkan tubuh.
- Merasakan "Salju" Jawa (Bun Upas): Jika Anda berkunjung saat musim kemarau (Juli - Agustus), Anda bisa menyaksikan fenomena embun beku yang menutupi rerumputan seperti salju di pagi buta.
Catatan Penting: Suhu di Dieng sangat dingin, terutama di malam hari (bisa mencapai di bawah 0°C saat musim kemarau). Pastikan membawa jaket tebal dan perlengkapan hangat lainnya.
DIENG PLATEAU
|
HEADLINE : DIENG – PANDANG TIENG –
SIKIDANG – TALAGA WARNA – CANDI ARJUNA – DIENG PLATEAU THEATER – SUNRISE
POINT |
HARI 1 : BANDUNG – DIENG
HARI 2 : DIENG – SIKIDANG – TALAGA WARNA
HARI 3 : SIKUNIR – SUNRISE POINT DIENG - BANDUNG
|
TOTAL PAX
|
HARGA
PER-PAX
|
|
30 PAX
|
Rp. 870.000
|
|
45
PAX
|
Rp.
820.000
|
|
55 PAX
|
Rp. 780.000
|
|
SEMUA PAKET TERMASUK
|
SEMUA
PAKET BELUM TERMASUK |
|
-Bus Pariwisata sesuai kapasitas -Tiket masuk Destinasi -1 Malam di Homestay -1x snack -Makan selama tour sesuai program -Daily mineral water -Shuttle untuk tour Dieng -Biaya retribusi dan perijinan pendakian -Spanduk Perjalanan -Dokumentasi di bantu Tour Leader -Dokumentasi tour cetak berbingkai A3 -Driver & Co- Driver Service -Tour Leader Service -P3k Standar -Tol, Parkir, BBM
|
-Menu makan tambahan di resto -Wahana permainan yang tidak disebutkan -Oleh- oleh, pulsa, dll
|
|
OPTIONAL
TOUR |
|
|
-T-Shirt Group Combed 24s : Rp.
55.000/pcs -T-Shirt Group Combed 30s : Rp.
45.000/pcs -Profesional Video &
Photographer :
Rp. 750.000/ hari -Dokumentasi Drone : Rp.
1.500.000/ hari
|
BACA JUGA : PAKET WISATA BROMO BATU MALANG DARI BANDUNG
